<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyakit kulit Archives - Serenitree Indonesia</title>
	<atom:link href="https://serenitree.id/id/tag/penyakit-kulit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://serenitree.id/id/tag/penyakit-kulit/</link>
	<description>Natural Skincare Lab &#124; Start Your SKINvestment with Serenitree</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Aug 2024 10:33:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://serenitree.id/wp-content/uploads/2022/09/cropped-logo-serenitree.id_-32x32.png</url>
	<title>penyakit kulit Archives - Serenitree Indonesia</title>
	<link>https://serenitree.id/id/tag/penyakit-kulit/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penyakit Herpes Oral Muncul Di Area Wajah, Kok Bisa?</title>
		<link>https://serenitree.id/id/mengapa-herpes-oral-muncul-di-area-wajah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 10:32:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[herpes]]></category>
		<category><![CDATA[herpes oral]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan kulit]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[skincare natural]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012526</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak melulu karena penyakit menular secara seksual, ternyata penyakit herpes oral bisa muncul bahkan akibat kontak langsung penderita melalui air</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/mengapa-herpes-oral-muncul-di-area-wajah/">Penyakit Herpes Oral Muncul Di Area Wajah, Kok Bisa?</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak melulu karena penyakit menular secara seksual, ternyata penyakit herpes oral bisa muncul bahkan akibat kontak langsung penderita melalui air liur atau benda lainnya. Tentu saja gejala dari herpes ini membuat kita merasa tidak nyaman dan mengurangi rasa percaya diri. Bagaimana cara kita mengetahui lebih banyak tentang penyakit kulit ini? <em>Stay tuned to find out</em>!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Apa Itu Herpes Oral dan Faktor Penyebabnya?</h1>



<p>Penyakit herpes oral terjadi akibat infeksi virus dan umumnya akan menyerang area sekitar mulut dan bibir (oral). Gejalanya antara lain berupa munculnya lepuhan kecil berisi cairan (<em>cold sores</em> atau luka dingin) yang terkadang bisa terasa sakit, gatal, atau bahkan perasaan terbakar loh!</p>



<p>Faktor penyebab herpes yang terkenal pada masyarakat luas adalah penyakit menular seksual, namun tidak dengan herpes oral. Herpes oral disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1). Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui <strong>kontak langsung dengan lepuhan herpes, air liur, atau benda yang telah terkontaminasi oleh virus, seperti alat makan, lipstik, atau sikat gigi</strong>. Meskipun gejalanya dapat membawa rasa tidak nyaman bagi kita, biasanya penyakit ini tidak berbahaya. Tetapi bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah maka penyakit ini dapat menjadi lebih serius dah komplikatif!</p>



<p>Virus HSV-1 ini dapat memasuki tubuh melalui celah kecil di kulit atau membran mukosa (misalnya di dalam mulut). Setelah masuk, virus akan menetap di dalam tubuh dan dapat menjadi laten (tidak aktif) di saraf wajah. Walaupun tidak selalu aktif, virus ini dapat kambuh kapan saja, terutama saat tubuh mengalami stres, kelelahan, atau gangguan kesehatan lainnya. Seram sekali ya, Sereni-Trees?</p>



<h1 class="wp-block-heading">Kenali Gejala Herpes Oral Pada Kulit</h1>



<p>Gejala dari penyakit ini bisa bervariasi tergantung tingkat keparahan dan reaksi tubuh masing-masing. Tetapi, secara umum gejala herpes oral bisa bisa terbagi menjadi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Lepuhan berisi cairan</strong></li>
</ul>



<p>Biasanya muncul di sekitar bibir, mulut, atau hidung. Lepuhan ini dapat pecah dan meninggalkan luka terbuka yang menyakitkan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kesemutan atau rasa terbakar</strong></li>
</ul>



<p>Sebelum lepuhan muncul, sering kali area yang akan terinfeksi terasa gatal, terbakar, atau kesemutan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Rasa sakit saat makan atau berbicara</strong></li>
</ul>



<p>Luka herpes di sekitar mulut bisa membuat makan, minum, atau berbicara menjadi tidak nyaman.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Demam dan kelelahan</strong></li>
</ul>



<p>Pada beberapa orang, infeksi herpes oral pertama kali bisa disertai dengan demam, sakit kepala, atau kelelahan.</p>



<p>Perlu kita ingat bahwa gejala pertama herpes oral biasanya lebih parah daripada kambuhan selanjutnya, karena tubuh belum mengembangkan kekebalan yang cukup terhadap virus. Meski begitu, sebaiknya kita langsung periksa dan konsultasi sejak gejala awal muncul ya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Hindari Melakukan 2 Hal Ini</h1>



<p>Seperti yang tadi sudah kita bahas, herpes oral bisa menular dari kontak langsung. Adapun, ada beberapa aktivitas yang harus kita hindari untuk mencegahnya. Pertama, aktivitas seksual oral atau ciuman dengan pasangan yang terkena virus. Pada kegiatan ini dapat terjadi pertukaran cairan tubuh melalui liur, sebab itu kita bisa tertular dengan mudahnya. Bahkan tak jarang bisa menyebar ke area genital kita loh! Lalu, usahakan untuk menghindari saling berbagi alat atau barang pribadi ke sembarang orang misalnya, sendok, gelas atau sikat gigi. Hal ini juga berpotensi untuk menularkan virus selain HSV-1.&nbsp;</p>



<p>Oleh karena itu, berhati-hatilah untuk berbagi barang pribadi ya! Selalu jaga kebersihan pribadi!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Cara Mengatasi dan Masa Penyembuhan Herpes Oral</h1>



<p>Jika sudah terjadi, maka kita wajib menyembuhkan penyakit ini dengan konsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, atau famsiklovir (mengurangi keparahan gejala dan mempercepat penyembuhan). Obat ini dapat kita konsumsi secara oral atau dioleskan dalam bentuk krim, sesuai petunjuk.</p>



<p>Kita juga bisa menghindari faktor penyebabnya! Hindari kontak langsung dengan penderita herpes oral dan kurangi paparan sinar matahari berlebih (apalagi tanpa perlindungan), stres atau kelelahan berlebih. Mengapa? Stres dapat memperparah penyakit ini dan melambatkan proses penyembuhan!&nbsp;</p>



<p>Lalu, pada saat proses penyembuhan kita dapat melakukan beberapa hal ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol (bila perlu)</li>



<li>Menjaga kebersihan bibir dan mulut</li>



<li>Mengompres area yang luka dengan kompres dingin atau hangat untuk meredakan rasa sakit yang muncul</li>



<li>Hindari konsumsi minuman hangat, makanan pedas, asam dan asin selama beberapa waktu (tergantung arahan dokter dan tingkat keparahan)</li>
</ul>



<p>Herpes TIDAK bisa disembuhkan total. Oleh karena itu, langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalisir resiko penularannya. Satu catatan penting yang harus kita ingat bahwa anak-anak lebih besar resiko tertularnya, terutama jika orang tua/pengasuhnya menderita penyakit yang sama. Jadi yuk kita jaga kesehatan kita dan hindari herpes oral!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Apakah Herpes Oral Sama Dengan Ruam?</h1>



<p>Herpes oral dapat terjadi akibat virus HSV-1, sedangkan penyebab <a href="https://www.alodokter.com/ruam-kulit">ruam</a> bisa dari banyak hal. Contohnya alergi atau iritasi. Gejala antara keduanya pun berbeda. Ruam tidak berbentuk lepuhan berisi cairan seperti herpes, melainkan lebih berupa area kulit yang kemerahan, bengkak, atau bersisik. Area muncul ruam pun bisa menyebar di semua area kulit yang terpapar faktornya. Selain itu, ruam tidak menular dan bisa disembuhkan tidak seperti herpes yang dapat muncul sewaktu imun tubuh kita menurun.&nbsp;</p>



<p>Kesimpulannya, meskipun kedua kondisi kulit sama-sama membuat tidak nyaman, namun tetap berbeda ya, Sereni-Trees! Ruam lebih variatif cara penyembuhan, gejala, dan faktor penyebabnya.&nbsp;</p>



<h1 class="wp-block-heading">Apakah Bisa Menenangkan Herpes Oral Dengan Skincare Natural?</h1>



<p>Gejala herpes memang dapat mengganggu, namun jangan khawatir karena selama proses penyembuhan, kita bisa menggunakan juga skincare natural seperti <a href="https://serenitree.id/product/moisturizing-and-calming-body-lotion/">Serenitree calming body lotion</a>. Lengkap dengan sifat antiseptik dan anti-inflamasi, bahan natural seperti Sweet Almond Oil, Shea Butter, Calendula Extract, Lavender Oil, serta Lemongrass Oil, memang bisa membantu menenangkan kulit yang teriritasi atau meradang.&nbsp;</p>



<p>Dengan mengkombinasikan body wash dan body lotion natural ini, gejala tidak nyaman dapat teredakan serta membantu proses penyembuhan. Ingat Sereni-Trees, kulit yang sehat menjaga kita terjangkit berbagai penyakit kulit. Jadi, apakah kalian tertarik mencoba alternatif natural ini untuk meredakan gejala penyakit herpes oral?</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/mengapa-herpes-oral-muncul-di-area-wajah/">Penyakit Herpes Oral Muncul Di Area Wajah, Kok Bisa?</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksim Di Kulit Tangan, Apa Penyebabnya?</title>
		<link>https://serenitree.id/id/apa-penyebab-terjadinya-eksim-di-kulit-tangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 10:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[eksim]]></category>
		<category><![CDATA[eksim kulit tangan]]></category>
		<category><![CDATA[kulit sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyakit kulit eksim bisa terjadi di area tubuh manapun, ini termasuk kulit tangan! Penyakit ini bisa muncul akibat banyak hal</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/apa-penyebab-terjadinya-eksim-di-kulit-tangan/">Eksim Di Kulit Tangan, Apa Penyebabnya?</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyakit kulit eksim bisa terjadi di area tubuh manapun, ini termasuk kulit tangan! Penyakit ini bisa muncul akibat banyak hal dan tergantung area mana yang paling sering terpapar oleh faktornya. Umumnya, eksim bersifat inflamasi dan bisa menyebabkan ruam yang tidak nyaman. Adapun area tangan yang sering terkena termasuk tangan, jari, hingga pergelangan. Mengapa ini bisa terjadi dan apa solusinya bagi kita? Sebaiknya simak artikel ini dengan baik ya, Sereni-Trees!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Kenali 7 Gejala Eksim di Kulit Tangan</h1>



<p>Mungkin bisa kita bilang eksim adalah salah satu penyakit kulit umum. Namun, penyakit ini tidak hanya sekedar kulit kering “biasa” loh! Apabila kita mengalami kekeringan pada kulit dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik dengan penggunaan pelembab, bisa jadi itu eksim! Berdasarkan studi dari <a href="https://www.aad.org/member/clinical-quality/guidelines/atopic-dermatitis">American Academy of Dermatology (AAD)</a>, gejala eksim pada kulit tangan contohnya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ruam yang bisa berwarna merah, ungu-coklat, atau coklat tua (variasi warna tergantung pada warna kulit</li>



<li>Rasa gatal ringan hingga parah</li>



<li>Kulit bersisik dan pecah-pecah</li>



<li>Lepuhan kecil yang bisa terasa gatal atau terbakar</li>



<li>Retakan dalam pada kulit (dapat berdarah, tergantung tingkat keparahan)</li>



<li>Luka pada tangan (berpotensi berkerak/mengeluarkan cairan)</li>



<li>Kulit kering</li>
</ul>



<p>Perlu kita ingat bahwa tingkat keparahan gejala ini bisa bervariasi pada setiap individu ya. Jadi, sebaiknya saat muncul gejala, langsung atasi dan konsultasi pada profesionalnya! Lebih cepat, lebih baik!</p>



<h1 class="wp-block-heading">3 Jenis Eksim Pada Tangan dan Gejalanya</h1>



<p>Nah, kira-kira ada 3 jenis eksim yang paling umum dan dapat muncul di area tangan kita. Contohnya seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dermatitis Atopik (DA)</strong></li>
</ul>



<p>Untuk sebagian orang, eksim kulit tangan mungkin terkait dengan eksim alergi yang lebih luas. Jika ini terjadi, eksim bisa menjadi gejala dermatitis atopik (DA), yang cenderung bersifat keturunan. Apabila Sereni-Trees memiliki ruam kulit bersamaan dengan alergi atau asma, kalian juga mungkin menderita DA</p>



<p>DA sendiri adalah jenis eksim yang paling umum loh! Biasanya berkembang sebelum usia 5 tahun, namun ruam eksim bisa datang dan pergi seumur hidup kita. Gejala yang paling umum terjadi adalah perasaan gatal. Tetapi jika kita sering menggaruk, maka dapat menyebabkan kulit menjadi retak dan berubah warna. Bahkan dalam beberapa kasus, gejala bisa sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari hingga insomnia! Seram ya!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dermatitis Kontak (Iritasi)</strong></li>
</ul>



<p>Dermatitis kontak adalah jenis eksim yang terjadi ketika kulit bereaksi negatif terhadap kontak dengan zat asing. Reaksi ini bisa terjadi hampir secara langsung. Zat-zat yang dapat menyebabkan dermatitis kontak termasuk wewangian, bahan kimia, logam, solusi pembersih, dan banyak lagi. Selain itu, eksim juga dapat berkembang karena penggunaan sarung tangan lateks atau sensitivitas terhadap makanan tertentu seperti buah jeruk.</p>



<p>Orang-orang dalam beberapa profesi tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan eksim kulit tangan. Contohnya: penata rambut, petugas kesehatan, juru masak, pekerja konstruksi, tukang ledeng, petugas kebersihan, dan operator mesin.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Eksim Dishidrotik (Pompholyx)</strong></li>
</ul>



<p>Eksim dishidrotik atau kita sebut sebagai pompholyx, adalah jenis eksim yang hanya mempengaruhi tangan dan kaki. Gejala dari eksim jenis ini termasuk lepuhan di telapak tangan, jari, atau telapak kaki. Eksim dishidrotik juga dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan berdarah. Lepuhan dari eksim ini bisa bertahan selama 3 hingga 4 minggu loh! Namun sebelum lepuhan muncul, beberapa orang mungkin merasakan sensasi terbakar atau kesemutan pada kulit.</p>



<p>Itu dia 3 jenis eksim yang dapat muncul pada tangan kita. Apakah Sereni-Trees pernah mengalami gejala yang serupa?</p>



<h1 class="wp-block-heading">Bagaimana Solusi Mengatasi?</h1>



<p>Semua pasti ada solusi kok! Salah satu langkah pertama dalam mengobati eksim kulit tangan adalah menghindari penyebabnya jika memungkinkan. Tips dari Serenitree: sering mengoleskan krim tangan pelembab tanpa pewangi dan pengawet untuk membantu kulit sembuh. Produk rekomendasi: <a href="https://serenitree.id/product/anti-aging-hand-cream/">Serenitree anti aging hand cream</a> (tanpa SLS, pewangi buatan, paraben, dan phthalates).</p>



<p>Apabila gejala semakin parah, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendiskusikan opsi pengobatan. Misalnya, jika kondisi kulit tangan sangat kering atau pecah-pecah karena eksim, dokter kulit mungkin meresepkan krim steroid topikal untuk mengurangi peradangan yang mendasari gejala. Krim steroid topikal biasanya hanya digunakan untuk pengobatan jangka pendek karena dapat membuat kulit menjadi lebih tipis.</p>



<p>Namun, jika dokter kulit menduga alergi atau DA yang memicu eksim pada tangan, solusi lain termasuk antihistamin oral untuk membantu mencegah peradangan terkait dengan reaksi alergi. Kadang-kadang, tangan yang sangat kering dan pecah-pecah atau lepuhan dapat menyebabkan infeksi. Dalam kasus seperti ini, dokter juga mungkin meresepkan antibiotik selain terapi eksim lainnya.</p>



<p>Sekali lagi, tergantung pada penyebab yang mendasari, terkadang solusi medis bisa berupa suntikan tertentu yang mungkin membantu mengobati eksim (termasuk suntikan alergi dan obat-obatan lainnya).</p>



<p>Daripada kita salah diagnosa sendiri, lebih baik bawa ke ranah profesional segera ya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Tips Penanganan Dalam Masa Penyembuhan</h1>



<p>Selain rutin menggunakan lotion <em>gentle</em> natural seperti Serenitree anti aging hand cream, kalian bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk membantu proses penyembuhan eksim pada area tangan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Rutin mengoleskan hand cream segera setelah mencuci tangan</li>



<li>Cuci tangan dengan air dingin atau suam-suam kuku dan gunakan sabun tanpa pewangi (rekomendasi: Serenitree body wash travel size)</li>



<li>Keringkan tangan dengan menepuknya, bukan menggosoknya dengan handuk</li>



<li>Oleskan pelembab ke tangan sebelum tidur dan kenakan sarung tangan katun untuk penyerapan yang lebih baik.</li>



<li>Jaga kuku tetap pendek dan bersih untuk mencegah luka akibat garukan</li>
</ul>



<p>Sementara itu, hindari juga kontak langsung dengan iritan seperti deterjen, wewangian, atau bahan kimia lainnya. Apabila kalian alergi, hindari kemungkinan penyebab alergi tersebut. Terakhir dan tidak kalah penting, usahakan untuk <em>manage</em> stres. Stres berlebih bisa memperburuk gejala eksim loh!&nbsp;</p>



<p>Kesimpulannya, proses penyembuhan eksim memang tidak mudah. Bagian paling krusial adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasari. Oleh karena itu Sereni-Trees pastikan untuk konsultasikan gejala eksim agar tidak salah dalam penanganannya. Dengan perawatan tepat, gejala eksim pasti dapat membaik atau menghilang (tidak menutup kemungkinan kambuh kembali di masa mendatang). Semoga artikel ini membantu ya!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/apa-penyebab-terjadinya-eksim-di-kulit-tangan/">Eksim Di Kulit Tangan, Apa Penyebabnya?</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Terhadap 5 Penyakit Kulit Bayi Paling Umum!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/5-penyakit-bayi-paling-umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 10:26:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[batita]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan kulit]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit bayi]]></category>
		<category><![CDATA[tips skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak hanya untuk orang dewasa, sekarang perawatan kulit untuk bayi pun tak kalah variatif! Tetapi jangan salah, moms! Hal terpenting</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/5-penyakit-bayi-paling-umum/">Waspada Terhadap 5 Penyakit Kulit Bayi Paling Umum!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak hanya untuk orang dewasa, sekarang perawatan kulit untuk bayi pun tak kalah variatif! Tetapi jangan salah, <em>moms</em>! Hal terpenting dalam pemilihan produk skincare untuk buah hati adalah produk yang lembut, tidak beraroma, hipoalergenik, dan mengandung sedikit bahan. Ini sebab kulit bayi sangatlah sensitif jadi pastinya lebih rentan penyakit kulit seperti ruam dan iritasi. </p>



<p>Bahkan sedikit saja bahan kimia atau pewarna bisa menimbulkan efek samping dan menyebabkan munculnya penyakit kulit, apalagi bila tidak cocok atau terdapat alergi. Oleh karena itu untuk memilih produk tepat, kita harus fokus pada skincare sederhana. Sederhana dengan artian, bermanfaat untuk melembabkan dan melindungi kulit bayi dan balita! Mau tau tips selengkapnya dan resiko penyakit paling umum untuk si buah hati? <em>Stay tuned</em>!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Apa Penyebab Kulit Bayi Lebih Sensitif?</h1>



<p>Kulit bertindak sebagai penghalang pelindung besar, itulah mengapa perawatan kulit sangat penting. Bayi baru lahir telah berada di lingkungan netral selama kehamilan dan terpapar iritan yang keras di lingkungannya yang baru. Itu artinya bayi belum memiliki faktor perlindungan kulit&nbsp; terhadap paparan lingkungan baru, sehingga mereka lebih berisiko terkena infeksi.</p>



<p>Tingkat sensitivitas yang tinggi ini seringkali menyebabkan berbagai jenis ruam pada kulit buah hati kita! Mungkin saja keadaan kulit mereka berubah loh setiap harinya. Beberapa ruam dapat terlihat mengejutkan, tetap tenang <em>moms</em>! Sebagian besar tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya kok. Ruam yang sering muncul ini (erythema toxicum) adalah ruam jinak yang sangat umum terjadi pada bayi baru lahir.&nbsp;</p>



<p>Gejalanya seperti apa? Bisa terlihat dari benjolan merah kecil atau jerawat yang dapat menutupi seluruh tubuh (benjolan ini mungkin terlihat kurang merah pada warna kulit yang lebih gelap). Ruam popok juga umum terjadi, tetapi kita dapat membantu mencegahnya dengan sering mengganti popok dan menggunakan krim pelindung ruam popok.</p>



<p>Selain ruam, kulit bayi yang sensitif umum mengalami pengelupasan. Faktornya bisa dari iritan tertentu atau juga kekeringan. Oleh karena itu kita tidak boleh lengah dan tetap menjaga kulit bayi agar tetap terhidrasi serta bersih ya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penyakit Kulit Bayi Paling Umum</h1>



<p>Seperti yang sudah kita bahas, kulit bayi yang sensitif dapat menyebabkan berbagai macam penyakit serta kondisi kulit. <strong>Contohnya berupa ruam popok, ruam panas, jerawat bayi, cradle cap (dermatitis seboroik), dan eksim</strong>.</p>



<p><strong>Ruam popok</strong> berkembang dari kontak dengan urine dan feses. Untuk mencegahnya, kita dapat&nbsp; menggunakan krim pelindung ruam popok dengan setiap pergantian popok dengan kandungan zinc oxide. Penting juga untuk kita mengganti popok bayi dengan rajin! Selanjutnya, <strong>ruam panas atau biang keringat</strong>, biasanya sering terletak di lipatan kulit. Ini bisa terjadi di iklim hangat dan akan sembuh dengan pendinginan. Kita juga bisa menggunakan obat atau lotion zinc oxide untuk menenangkan kondisi ini.</p>



<p>Kalau <strong>jerawat bayi baru lahir</strong> umum berkembang di pipi, dagu, dahi, dan punggung. Penyebabnya bisa karena hormon, kebersihan kulit, atau bakteri. <a href="https://www.alodokter.com/dermatitis-seboroik#:~:text=Dermatitis%20seboroik%20dapat%20terjadi%20pada,yang%20tampak%20berkerak%20dan%20bersisik."><strong>Dermatitis seboroik</strong></a>, sering terlihat sebagai cradle cap dengan serpihan kuning yang berkerak di kulit kepala. Kondisi ini dapat menyebar ke wajah, leher, dan tubuh. Selain karena produksi minyak dan tumbuhnya jamur, munculnya dermatitis seboroik juga diduga akibat respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Untuk penanganannya, biasanya dokter akan memberikan obat anti jamur atau kortikosteroid topikal.</p>



<p>Terakhir, bayi juga rentan terhadap penyakit <strong>eksim</strong>. Eksim ditandai dengan gejala bercak kering, mengelupas, dan terkadang gatal di wajah dan tubuh. Mengapa bisa terjadi? Bisa jadi salah satu penyebabnya karena kita mungkin terlalu sering memandikan bayi. Nah, terlalu sering mandi dapat menghilangkan minyak alami kulit dan menyebabkan kekeringan!&nbsp;</p>



<p><strong>Fakta unik</strong>: Mandi penuh tidak harus kita lakukan setiap hari, terutama untuk bayi baru lahir. Namun, lipatan kulit dan area yang terlihat kotor perlu kita bersihkan setiap hari untuk mencegah bau dan penumpukan sel kulit lama. Secara umum, mandi setiap 48–72 jam sudah cukup &#8211; setelah tali pusat jatuh.&nbsp;</p>



<p>Sebagai rekomendasi, cukup lakukan mandi singkat. Bila kulit sangat sensitif, boleh menyeka kulit dengan kain basah yang lembut, tanpa merendam dalam air. Jangan lupa untuk segera mengoleskan pelembab tanpa pewangi ya!&nbsp;</p>



<h1 class="wp-block-heading">Rekomendasi Memilih Produk Skincare Bayi</h1>



<p>Serenitree akan memberikan kata kunci nih untuk pemilihan produk yang tepat, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>“</strong><strong><em>Noncomedogenic</em></strong><strong>” — tidak menyumbat pori-pori</strong></li>



<li><strong>“</strong><strong><em>Hypoallergenic</em></strong><strong>” — tidak menyebabkan alergi</strong></li>



<li><strong>“</strong><strong><em>Unscented</em></strong><strong>” — tanpa pewangi</strong></li>
</ul>



<p>Selain itu, ada beberapa bahan juga yang wajib kita hindari. Ini termasuk skincare dengan kandungan paraben, SLS, phthalates, serta pewangi. Produk ini bila tertelan atau terserap melalui kulit bisa menyebabkan kondisi medis yang berbahaya loh!</p>



<p>Sebagai gantinya, sekarang pun sudah tersedia kok skincare dengan kandungan natural (lebih sedikit kemungkinan iritasi) untuk bayi. Berikut adalah beberapa bahan natural yang bisa jadi pilihan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Shea butter</strong>: Menghidrasi, mengurangi rasa gatal dan kering</li>



<li><strong>Lidah buaya</strong>: Menenangkan peradangan, bantu mengatasi eksim, mengurangi rasa gatal</li>



<li><strong>Minyak almond</strong>: Menyerap kelembaban, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kehilangan air</li>



<li><strong>Minyak zaitun</strong>: Mendorong pertumbuhan sel kulit baru, meregenerasi jaringan kulit, menghidrasi kulit</li>
</ul>



<p>Nah, itu dia beberapa pilihan kandungan natural untuk buah hati kita <em>moms</em>! Perlu kita ingat bahwa memang produk yang secara khusus bermerek untuk &#8220;bayi&#8221; seringkali lebih mahal karena target pasarnya. Tetapi, itu adalah pilihan yang paling aman untuk bayi kita! Sebaiknya untuk bayi dan batita, gunakan produk khusus bayi dengan ketiga kata kunci diatas ya!</p>



<p>Setelah sang buah hati berusia 3 tahun, kita bisa melanjutkan perawatan kulit dengan <a href="https://serenitree.id/product/hydrating-and-calming-body-wash/">Serenitree body wash</a>, dilanjutkan dengan Serenitree body lotion. Kedua produk ini kombo terbaik dalam membersihkan dan melembabkan. Bahkan tidak hanya untuk anak-anak, kita orang dewasa dan berkulit sensitif hingga bumil, busui aman menggunakannya loh! Ini sebab kandungannya yang natural, tanpa SLS, phthalates, paraben, dan bahan kimia keras lainnya. Jadi, yuk kita menjaga kesehatan kulit kita serta buah hati sedini mungkin agar terlindungi dari resiko penyakit kulit! Tenang <em>moms</em>, sekarang banyak opsi yang bisa kita pilih sesuai kondisi kulit ya!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/5-penyakit-bayi-paling-umum/">Waspada Terhadap 5 Penyakit Kulit Bayi Paling Umum!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Stres Terhadap Kulit, Rambut, Kuku, dan Kesehatan!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/dampak-stres-terhadap-kulit-dan-area-lainnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak stres]]></category>
		<category><![CDATA[kulit sehat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[skincare]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012477</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalian pernah dengar tidak kalimat “stres adalah sumber penyakit”? Ternyata itu benar adanya loh! Jika kita tidak dapat mengatur stres</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/dampak-stres-terhadap-kulit-dan-area-lainnya/">Dampak Stres Terhadap Kulit, Rambut, Kuku, dan Kesehatan!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kalian pernah dengar tidak kalimat “stres adalah sumber penyakit”? Ternyata itu benar adanya loh! Jika kita tidak dapat mengatur stres dengan baik, maka akan terlihat dampaknya pada kesehatan fisik dan mental kita. Secara fisik, bisa terjadi perubahan pada kulit, rambut, ataupun kuku. Bagaimana tidak, stres bisa mempengaruhi tidur yang merupakan proses penting untuk menjaga kekebalan tubuh. Bila itu terjadi, tentu kita semakin rentan banyak masalah kesehatan! Oleh karena itu, pada hari ini kita akan belajar nih apa saja dampak stres pada kesehatan kita dan bagaimana cara kita mengatasinya.&nbsp;</p>



<p>Yuk belajar mengontrol pikiran agar jadi lebih sehat untuk investasi kesehatan kita!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Mengapa Stres Bisa Mempengaruhi Kesehatan Kita?</h1>



<p>Tahukah kalian, 60% hingga 80% penyakit mempunyai hubungannya terkait stres! Salah satu alasannya adalah karena tingkat stres yang terlalu tinggi bisa menurunkan imunitas kita. Bila kekebalan tubuh, kita berkurang, tentu akan lebih rentan terkena berbagai penyakit. Ini termasuk masalah kulit loh!</p>



<p>Penjelasan sederhananya, ketika tubuh kita mengalami tekanan tinggi, maka hormon <a href="https://www.alodokter.com/5-fakta-hormon-kortisol-yang-wajib-dibaca">kortisol</a> akan terproduksi. Hormon ini sendiri disebut juga dengan hormon stres. Nah, apabila hormon kortisol terlalu sering muncul maka akan muncul peradangan. Memang sih tubuh kita bisa melawan kuman dan penyakit, namun bila terjadi terus menerus maka akan tercipta masalah sistem kekebalan tubuh kita! Dampak yang dapat kita rasakan antara lain muncul infeksi, memperburuk penyakit kronis, fibromyalgia, dan masih banyak lagi. Belum lagi, sel darah putih (yang bertugas melawan infeksi) bisa mengalami penurunan ketika tubuh kita sedang stres kronis. Bahaya sekali bukan?</p>



<p>Terakhir dan tidak kalah penting, stres kronis akan mempunyai dampak negatif terhadap keseimbangan hormon itu sendiri. Masalah yang dapat ditimbulkan berupa permasalahan menstruasi, ketidakseimbangan/penurunan hormon seks, disfungsi ereksi, fibroid, hingga PCOS.</p>



<p>Sudah terbukti jelas ya bahwa stres memang mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh kita!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Dampak Stres Terhadap Kulit</h1>



<p>Tak hanya kesehatan internal, stres pun mempunyai dampak yang terlihat pada tubuh kita. Salah satunya melalui kulit. Sebagai organ terbesar dalam tubuh, kulit sering mencerminkan apa yang terjadi di dalam tubuh.&nbsp;</p>



<p>Secara tidak langsung apabila kita berada dalam tekanan intens setiap saat, maka resiko peradangan makin meningkat dan penyembuhan luka pun melambat. Berbagai banyak hal negatif dapat terlihat pada kulit kita. Kenali beberapa gejalanya yuk Sereni-Trees:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kulit kering dan bersisik</strong></li>
</ul>



<p>Ketika tubuh stres, produksi hormon kortisol meningkat sehingga kemampuan kulit untuk menahan kelembaban pun terganggu Akibatnya, kulit bisa menjadi kering dan tampak tidak sehat.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Breakout</em></strong><strong> dan peningkatan produksi minyak</strong></li>
</ul>



<p>Stres juga dapat memicu timbulnya jerawat. Peningkatan kadar kortisol dapat menyebabkan kelenjar sebaceous di kulit memproduksi lebih banyak minyak. Pori-pori pun akan tersumbat dan jerawat bermunculan. Kondisi jerawat yang muncul banyak dalam waktu bersamaan bisa kita sebut sebagai “breakout”.&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Resiko penuaan dini</strong></li>
</ul>



<p>Kortisol dapat memecah kolagen, yaitu protein yang menjaga kulit tetap kenyal dan elastis. Akibatnya, kulit bisa mengalami keriput dan garis halus lebih cepat dari yang seharusnya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Gangguan pada pigmentasi kulit</strong></li>
</ul>



<p>Peradangan dalam tubuh yang semakin terpacu akan mempengaruhi produksi melanin, (pigmen yang memberi warna pada kulit), sehingga menyebabkan bercak-bercak gelap pada kulit.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pemicu kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim</strong></li>
</ul>



<p>Jika kalian mempunyai riwayat penyakit kulit, maka dampak stres termasuk memicu kambuhnya kondisi kulit tersebut. Contohnya seperti psoriasis dan eksim. Gejalanya juga bisa menjadi lebih parah dan sulit dikendalikan loh!</p>



<p>Jika kalian mengalami gejala tersebut apalagi dalam jangka waktu lama, wajib banget lakukan pemeriksaan agar bisa segera teratasi!&nbsp;</p>



<h1 class="wp-block-heading">Dampak Stres Terhadap Area Tubuh Lainnya</h1>



<p>Selain kulit, gejala fisik yang dapat terlihat pun bisa muncul di area tubuh lain seperti rambut dan kuku. Umumnya, <strong>rambut akan semakin menipis dan pertumbuhannya menjadi lebih lama</strong>. Pasalnya, stres dapat mendorong folikel rambut memasuki fase istirahat sehingga rontok lebih banyak. <strong>Kulit kepala pun dapat terkena dampak seperti kering dan gatal</strong>.&nbsp;</p>



<p>Sedangkan di area kuku juga akan terlihat seperti <strong>kuku rentan patah serta pertumbuhannya lambat akibat terganggunya aliran darah ke kuku</strong>. Ini menyebabkan kurangnya nutrisi pada kuku. Tak jarang, terjadi pula <strong>perubahan warna dan tekstur kuku (menguning dan bergelombang akibat jamur)</strong>. Stres bisa membuat imun kita menurun sehingga rentan terkena infeksi jamur.&nbsp;</p>



<p>Lalu, dampak psikologis pun muncul! Stres intens berlebih seringkali <strong>membuat kita tanpa sadar menggigit kuku</strong>. Kegiatan ini tidak hanya merusak, tetapi membuat resiko luka dan infeksi area sekitarnya loh! Wah, ternyata efeknya seseram itu ya, Sereni-Trees?</p>



<h1 class="wp-block-heading">Essential Oil Bisa Jadi Salah Satu Solusi Atasi Stres</h1>



<p>Mempunyai pikiran stres memang telah menjadi hal umum, siapapun pasti pernah merasakan pada fase tertentu dalam hidupnya. Baik mengenai pekerjaan, finansial, maupun masalah lainnya. Ini sudah tidak dapat terelakan! Apa yang bisa kita lakukan? Kita dapat belajar mengatasi dan mengontrol pikiran negatif tersebut. Berbagai aktivitas dan hal bisa menjadi solusi, contohnya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Meditasi</strong></li>
</ul>



<p>Kegiatan ini sederhana namun umumnya efektif untuk mengatasi pikiran negatif dan cemas berlebih.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Melatih pernapasan</strong></li>
</ul>



<p>Caranya mudah, cukup memulai dan mengakhiri hari dengan lima napas dalam dari perut. Ini dapat merangsang respons tenang dalam tubuh dengan latihan relaksasi mendalam termasuk pernapasan diafragma dan relaksasi otot progresif.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Melakukan kegiatan dan hobi</strong></li>
</ul>



<p>Alihkan pikiran dan perasaan stres dengan melakukan kegiatan yang kalian sukai! Bisa rutin melakukan hobi atau kegiatan yang merangsang hormon endorfin seperti yoga atau menari.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Menggunakan essential oil</strong></li>
</ul>



<p>Aroma dari essential oil terkenal dengan fungsi ampuhnya menenangkan pikiran. Rekomendasi produk body care dengan aroma essential oil asli bisa pilih <a href="https://serenitree.id/product/hydrating-and-calming-body-wash/">Serenitree Body Wash varian calming</a> ya! Penggunaannya sangat mudah, hanya tinggal memakai sebagai sabun mandi dan bilas. Aroma natural ini akan menenangkan kulit bermasalah dan merelaksasi pikiran kita. 2 <em>in</em> 1 banget, gak rugi dong tentunya! Belum lagi, produk ini ramah lingkungan dan cocok untuk segala jenis kulit.</p>



<p>Nah, jadi itu dia beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk <em>manage</em> stres. Namun kita harus berhati-hati, bila stres intensif terjadi secara berkepanjangan dan mengganggu kesejahteraan kita sebaiknya langsung konsultasi ya! Ingat, pikiran sehat adalah kunci dari tubuh sehat!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/dampak-stres-terhadap-kulit-dan-area-lainnya/">Dampak Stres Terhadap Kulit, Rambut, Kuku, dan Kesehatan!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gejala dan Cara Penanganan Penyakit Kulit Rosacea!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/kenali-gejala-dan-penanganan-rosacea/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 05:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tip dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[gejala rosacea]]></category>
		<category><![CDATA[jerawat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[rosacea]]></category>
		<category><![CDATA[skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jerawat merupakan salah satu penyakit TOP dan merupakan masalah umum dalam dunia skincare. Saking umumnya, penyakit kulit rosacea sering kita</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-gejala-dan-penanganan-rosacea/">Gejala dan Cara Penanganan Penyakit Kulit Rosacea!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jerawat merupakan salah satu penyakit TOP dan merupakan masalah umum dalam dunia skincare. Saking umumnya, penyakit kulit rosacea sering kita anggap jerawat karena gejalanya yang mirip! Padahal meski mirip ternyata penyebab dan solusinya yang kita butuhkan akan berbeda loh. Gejala rosacea mungkin awalnya tidak berbahaya tetapi jika dibiarkan maka akan muncul resiko lebih besar. Jadi, yuk kenali gejalanya sejak dini!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Perbedaan Jerawat dengan Rosacea</h1>



<p>Agar lebih jelas perbedaan antara keduanya, sebaiknya kita simak dahulu gejala apa yang mungkin muncul pada jerawat dan rosacea. <strong>Gejala jerawat</strong> bisa menyerupai:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Timbulnya komedo, baik yang berwarna hitam (komedo hitam) maupun putih (komedo putih)</li>



<li>Munculnya benjolan meradang (papula dan pustula)</li>



<li>Kulit terasa berminyak, terutama di area <a href="https://health.detik.com/wellness-beauty/d-7201461/penjelasan-ilmiah-area-t-zone-di-wajah-selalu-berminyak">T-zone</a> (dahi, hidung, dan dagu)</li>
</ul>



<p>Sedangkan, <strong>gejala rosacea</strong> bisa berupa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kemerahan yang persisten pada wajah, terutama di area pipi, hidung, dagu, dan dahi</li>



<li>Pembengkakan kulit</li>



<li>Pembuluh darah yang tampak atau tampak seperti garis halus pada kulit wajah</li>



<li>Sensasi terbakar atau terasa panas pada kulit</li>



<li>Timbulnya lesi kecil yang mirip dengan jerawat, tetapi tidak terdapat komedo</li>



<li>Benjolan kecil, merah, dan berisi nanah</li>
</ul>



<p>Serupa tapi ternyata tidak sama ya! Satu hal signifikan lagi yang membedakan adalah <strong>kemunculan jerawat biasanya terjadi pada masa pubertas atau perubahan hormon, sedangkan rosacea umum terjadi pada wanita kisaran usia 30 hingga 50 tahun</strong>. Tetapi tidak juga menutup kemungkinan bahwa kedua penyakit ini muncul di luar perkiraan tergantung kondisi medis dan kebiasaan merawat diri ya, Sereni-Trees!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Apa Faktor Pendukung Munculnya Gejala Rosacea?</h1>



<p>Penyebab jerawat terjadi bisa karena penumpukan sel kulit mati pada pori-pori atau perubahan hormon. Sedangkan gejala rosacea ini bisa muncul karena sebab lain! Penyebab rosacea sendiri belum sepenuhnya dipahami, namun diduga bahwa <strong>faktor genetik dan lingkungan</strong> memainkan peran penting dalam perkembangannya.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, terdapat beberapa faktor pemicu yang dapat memicu timbulnya gejala rosacea. <strong>Paparan sinar matahari secara berlebihan, angin kencang, serta perubahan suhu udara yang ekstrim baik dingin maupun panas</strong>, semuanya dapat memperburuk kondisi kulit. <strong>Konsumsi makanan pedas, minuman panas, dan minuman beralkohol</strong> dapat menjadi pemicu rosacea.&nbsp;</p>



<p><strong>Penggunaan obat-obatan tertentu</strong>, seperti obat antihipertensi yang melebarkan pembuluh darah, serta efek samping dari produk perawatan kulit dan rambut yang keras, bisa memicu atau memperburuk rosacea.&nbsp;</p>



<p>Sebagai tambahan, <strong>olahraga yang terlalu berat dan tingkat stres tinggi</strong> pun dapat meningkatkan risiko <em>flare-up</em> rosacea. Agar kita dapat segera menangani penyakit ini, penting sekali untuk menghindari pemicu diatas dan segera berkonsultasi dengan dokter kulit untuk perawatan yang tepat. Jangan tunggu hingga gejala semakin buruk untuk mengunjungi dokter ya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">4 Jenis Penyakit Rosacea</h1>



<p>Gejala rosacea bervariasi tergantung pada jenisnya dan dapat muncul dan menghilang dalam jangka waktu yang tidak tetap. Penyakit ini terbagi menjadi 4 jenis tergantung gejala dan tingkat keparahannya.</p>



<p><strong>Subtipe pertama atau erythematotelangiectatic rosacea (ETR)</strong>, gejala yang muncul berupa kemerahan pada kulit, terutama di bagian tengah wajah, serta pembengkakan pembuluh darah yang membuatnya tampak lebih jelas. Kulit wajah kita pun dapat terasa perih, terbakar, kering, kasar, dan bersisik.</p>



<p><strong>Subtipe kedua atau papulopustular rosacea</strong>, seringkali menyebabkan timbulnya bintik-bintik yang menyerupai jerawat, terutama di pipi, dahi, dan hidung. Pembuluh darah di wajah tetap terlihat, sementara kulit cenderung berminyak dan sensitif.</p>



<p><strong>Subtipe ketiga atau rhinophyma</strong>, biasanya terjadi pada pria dan muncul gejala dengan pembesaran pori-pori wajah, pembuluh darah yang tampak jelas, dan tekstur kulit yang tidak rata. Kulit di hidung juga dapat mengalami penebalan yang membuatnya terlihat membesar, sementara area lain seperti dahi, dagu, pipi, dan telinga mengalami penebalan.</p>



<p><strong>Subtipe keempat atau ocular rosacea</strong>, menyerang area di sekitar mata. Gejalanya meliputi mata yang merah, iritasi, berair atau kering, gatal, terasa terbakar, sensitif terhadap cahaya, penurunan penglihatan, dan munculnya kista di mata. Pembuluh darah di kelopak mata juga dapat menjadi lebih terlihat.</p>



<p>Ternyata bisa terlihat ya, seberapa mengganggunya penyakit ini! Oleh karena itu, meskipun awalnya gejala tampak tidak signifikan, sebaiknya tetap dikonsultasikan agar segera mendapatkan solusi yang tepat.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Solusi Penanganan Rosacea ala Serenitree</h1>



<p>Agar dapat terhindar, kita dapat melakukan beberapa pencegahan seperti <strong>berhati-hati dalam pemilihan skincare/obat-obatan, menghindari konsumsi makanan pedas, minuman panas, dan minuman beralkohol, melindungi diri dari matahari/cuaca ekstrim, serta olahraga secara bertahap</strong> (meningkatkan intensitas perlahan). Namun, ada beberapa faktor yang membuat kita tidak bisa menghindari terjadinya rosacea seperti faktor genetik dan kondisi medis lainnya.</p>



<p>Jika sudah terjangkit, umumnya kita akan mendapat beberapa obat-obatan dari resep dokter seperti <strong>obat antibiotik</strong> (doxycycline, untuk meredakan kemerahan/pembengkakan), <strong>obat tetes mata dan antibiotik</strong> (untuk menangani ocular rosacea), dan <strong>obat oles jerawat</strong> (oxymetazoline, oxytetracycline untuk meredakan kemerahan dan bintik di kulit). Selain itu, penanganan lainnya berupa <strong>terapi laser</strong> yang berfungsi untuk mengurangi kemerahan (disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah). Tentu saja perlu kita ingat bahwa setiap penanganan kembali lagi tergantung pada gejala masing-masing ya!</p>



<p>Kita juga bisa mempercepat penyembuhan dan menjaga kesehatan kulit dengan skincare natural seperti Serenitree. Jangan salah, bahan natural bisa bantu mengurangi gejala dari rosacea loh, contohnya:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Lavender Oil (Minyak Lavender)</strong>: Memiliki aroma yang menenangkan dan sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan iritasi kulit.</li>



<li><strong>Calendula</strong>: Memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat mempercepat proses penyembuhan kulit yang meradang.</li>



<li><strong>Vegetable Glycerin</strong>: Merupakan humektan alami yang dapat menjaga kelembaban kulit dan membuatnya terasa lembut dan halus.</li>



<li><strong>Sweet Almond Oil</strong>: Kaya akan asam lemak dan vitamin E, minyak almond manis dapat melembabkan kulit secara mendalam dan memberikan perlindungan dari kerusakan akibat radikal bebas.</li>



<li><strong>Tocopherol (Vitamin E Alami)</strong>: Sebagai antioksidan alami, vitamin E dapat melindungi kulit dari kerusakan lingkungan dan meredakan peradangan.</li>
</ul>



<p>Menarik sekali bukan kekuatan dari kandungan natural? Cara penggunaannya tidak kalah mudahnya! Cukup membersihkan badan dengan body wash 2 kali sehari, lalu lanjut dengan penggunaan body lotion selagi kulit masih lembab. Bagi yang penasaran dan ingin coba, yuk langsung cek website <a href="https://serenitree.id/shop/">Serenitree</a>! Semoga artikel ini membantu kalian mengatasi gejala rosacea ya!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-gejala-dan-penanganan-rosacea/">Gejala dan Cara Penanganan Penyakit Kulit Rosacea!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali 4 Jenis &#038; Gejala Penyakit Kulit Dermatitis!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/kenali-4-jenis-dan-gejala-penyakit-dermatitis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[dermatitis]]></category>
		<category><![CDATA[dermatitis atopik]]></category>
		<category><![CDATA[eksim]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[tips skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu penyakit kulit yang tak mengenal usia adalah dermatitis. Penyakit kulit ini dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga orang</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-4-jenis-dan-gejala-penyakit-dermatitis/">Kenali 4 Jenis &amp; Gejala Penyakit Kulit Dermatitis!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu penyakit kulit yang tak mengenal usia adalah dermatitis. Penyakit kulit ini dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa maupun orang berumur. Selain itu, penyakit kulit ini dapat menyerang banyak area kulit tubuh kita. Tentu bisa membuat tidak nyaman dalam beraktivitas sehari-hari ya! Nah, agar kita dapat mencegah dan mengatasinya segera, sebaiknya kenali dulu yuk kondisi, gejala, serta jenis-jenis dermatitis, Sereni-Trees!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Mengapa Kita Bisa Mengalami Penyakit Dermatitis?</h1>



<p>Penyakit kulit yang satu ini umumnya merupakan reaksi alergi dengan gejala seperti kulit kering, gatal, membengkak, serta muncul ruam. Tidak terlalu berbahaya sih, tetapi jelas bisa membuat kita tidak nyaman! Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, bisa dari <strong>genetik</strong>. Seseorang akan lebih mudah terkena dermatitis apabila memiliki kulit sensitif dan anggota keluarganya memiliki kondisi yang sama.&nbsp;</p>



<p>Tidak hanya genetik, penyakit dermatitis dapat terjadi apabila ada <strong>respon imun tubuh terhadap zat atau bahan tertentu (alergi)</strong>. Jika tubuh kita terpapar alergen (setiap orang mempunyai alergen berbeda-beda), maka sistem imun tubuh kita akan beraksi secara berlebih. Inilah yang bisa menjadi penyebab dermatitis atopik.</p>



<p>Terakhir dan paling sering terjadi adalah <strong>paparan terhadap radikal bebas dan kondisi lingkungan</strong>. Dermatitis dapat muncul bila kita terpapar cuaca yang ekstrim, polusi, bulu hewan, asap rokok, ataupun bahan kimia keras seperti deterjen. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melindungi diri dari paparan tersebut. Misalnya, kita bisa menggunakan pelindung tangan apabila akan terekspos dengan bahan kimia keras.</p>



<p>Sereni-Trees harus pahami dahulu kira-kira apa yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi penyakit ini barulah kita dapat mengatasinya dengan solusi tepat. Agar dapat lebih efektif, sebaiknya konsultasi ke dokter ya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">4 Jenis Penyakit Dermatitis Beserta Gejalanya</h1>



<p>Kondisi kulit dermatitis memiliki banyak jenisnya, namun kita akan membahas 4 jenis yang paling umum. Berikut adalah jenis dan gejalanya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dermatitis atopik atau eksim</strong></li>
</ul>



<p>Kalian pasti sering deh mendengar penyakit eksim! Nah, kondisi ini ditandai dengan gejala berupa rasa gatal yang berkelanjutan dan ruam merah pada kulit. Area yang biasanya terjangkit bisa dari lipatan kulit, seperti siku, belakang lutut, dan leher bagian depan. Jika ini terjadi, harus kita atasi segera karena jika tergesek atau tergores, ruam dapat mengeluarkan cairan dan mengeras loh!</p>



<p><strong>Faktor penyebab</strong>: Penggunaan sabun tidak cocok/berbahan kimia keras, paparan terhadap deterjen, stres, cuaca dingin ekstrem, dan udara lembab.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dermatitis kontak</strong></li>
</ul>



<p>Gejala dari jenis ini bisa berupa ruam merah yang gatal setelah kita terpapar dengan suatu alergen. Ruam ini juga biasanya disertai dengan rasa hangat/panas hingga melepuh.</p>



<p><strong>Faktor penyebab</strong>: Kontak dengan alergen seperti sabun, deterjen, perhiasan, tanaman, parfum, dan lain sebagainya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dermatitis seboroik</strong></li>
</ul>



<p>Penyakit dermatitis yang satu ini sangat rentan menyerang seseorang dengan jenis kulit berminyak. Gejalanya berupa kulit mengelupas, bersisik, kemerahan, dan ketombe yang persisten. Area kulit sasaran utama biasanya di area kulit dengan kelenjar minyak yang banyak, seperti kulit kepala, wajah, sekitar telinga, dan dada.</p>



<p>Bila terjadi pada bayi, kita mengenalnya dengan <a href="https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/kulit-anak/cradle-cap-adalah-dermatitis-seboroik-pada-bayi/"><em>cradle cap</em></a> (kerak berwarna kekuningan di kulit kepala), sedangkan pada orang dewasa, seringnya adalah ketombe dan kerak kekuningan yang dapat menyebar ke wajah (terutama akan semakin parah ketika stres).</p>



<p><strong>Faktor penyebab</strong>: Produksi minyak berlebih, stres, perubahan hormon, genetik, infeksi jamur, dan faktor lingkungan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dermatitis stasis</strong></li>
</ul>



<p>Penyakit ini umumnya akan menyerang orang yang sudah berumur atau dengan masalah sirkulasi darah. Aliran darah yang kurang baik seringnya muncul di area kaki, oleh karena itu kondisi dermatitis ini lebih sering terjadi di bagian kaki. Gejalanya dapat berupa ruam, pembengkakan, kulit kering/bersisik, ulserasi, gatal, perubahan warna kulit, dan rasa berat pada kaki.</p>



<p><strong>Faktor penyebab</strong>: Masalah sirkulasi darah (terutama vena), melemahnya katup vena (kondisi medis atau orang sudah berumur), dan tumpukan cairan di kaki.</p>



<p>Sangat berbeda sekali ya meskipun sama-sama penyakit dermatitis. Inilah sebabnya Serenitree menganjurkan untuk diagnosa secara profesional agar dapat menemukan solusi yang paling efisien. Yuk, kita baca lebih lanjut bagaimana cara mencegah dan mengatasi sedini mungkin!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Tips Mencegah dan Mengatasi ala Serenitree</h1>



<p>Dermatitis tidaklah menular! Jadi, tidak perlu khawatir, cara tepat mengatasinya adalah dengan melihat faktor penyebabnya. Sebagai contoh:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Hindari paparan allergen</strong></li>
</ul>



<p>Apabila kita alergi terhadap suatu zat/kandungan, jauhkan diri dari hal tersebut. Dengan begitu, kita dapat terhindar dan mengatasi kondisi dermatitis kontak. Sesuai namanya, hindari “kontak” dengan alergen.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Gunakan body lotion Serenitree (natural, tanpa kimia keras)</strong></li>
</ul>



<p>Satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi peradangan, iritasi, dan rasa gatal dari efek penyakit dermatitis, gunakan <a href="https://serenitree.id/product/hydrating-and-calming-body-wash/">body lotion calming Serenitree</a>. Intinya, kita harus pilih produk pelembab yang bebas kandungan kimia keras dan penuh dengan bahan pelembab natural seperti shea butter dan olive oil.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pilih body wash Serenitree</strong></li>
</ul>



<p>Sama halnya seperti pelembab, kita pun harus pilih produk sabun yang tidak mengiritasi kulit dan <em>gentle</em>. Dengan begitu, kita dapat efektif menjaga kebersihan kulit sekaligus menutrisinya. Ingat, kebersihan kulit sangat penting untuk proses pencegahan dan penyembuhan segala penyakit!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Konsumsi atau penggunaan obat (atas petunjuk dokter)</strong></li>
</ul>



<p>Apabila gejala dermatitis sudah parah, sebaiknya langsung berobat ke dokter ya Sereni-Trees! Biasanya tergantung gejala, obat yang diberikan berupa: salep kortikosteroid (seperti betametasone atau hydrocortisone), obat anti-radang (untuk dioles, contohnya pimecrolimus atau tacrolimus), antibiotik (konsumsi), antihistamin tablet (konsumsi), dan imunosupresan (misalnya methotrexate atau azathioprine).&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Tidak menggaruk saat terjadi gejala gatal</strong></li>
</ul>



<p>Terakhir dan tak kalah penting, hindari untuk menggaruk ya meski terasa sangat gatal! Apabila kita menggaruk ruam, bisa terjadi berbagai macam komplikasi seperti infeksi, kerusakan kulit, dan peradangan lebih lanjut.&nbsp;</p>



<p>Sebenarnya kita dapat mencegah dan mengatasi dermatitis dengan cara lainnya juga seperti mengelola tingkat stres, menghindari mandi air panas/mandi terlalu lama, dan pola makan seimbang. Namun, agar lebih cepat teratasi sebaiknya konsultasikan pada dokter ya! Kembali lagi masing-masing kulit punya kondisi berbeda, alergennya pun berbeda. Otomatis penanganannya pun akan berbeda ya!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-4-jenis-dan-gejala-penyakit-dermatitis/">Kenali 4 Jenis &amp; Gejala Penyakit Kulit Dermatitis!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali 8 Jenis dan Cara Mencegah Psoriasis</title>
		<link>https://serenitree.id/id/kenali-jenis-dan-ketahui-cara-mencegah-psoriasis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kulit glowing]]></category>
		<category><![CDATA[kulit sehat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[psoriasis]]></category>
		<category><![CDATA[skincare natural]]></category>
		<category><![CDATA[tips skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012356</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyakit pada kulit dapat dialami siapapun, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Ini karena penyebabnya sangat beragam, bisa dari makanan, cuaca,</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-jenis-dan-ketahui-cara-mencegah-psoriasis/">Kenali 8 Jenis dan Cara Mencegah Psoriasis</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penyakit pada kulit dapat dialami siapapun, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Ini karena penyebabnya sangat beragam, bisa dari makanan, cuaca, ketidakcocokan skincare, ataupun alergi. Salah satu penyakit kulit umum adalah <strong>psoriasis</strong>. Jika terkena, biasanya akan terjadi gejala seperti kulit bersisik dan gatal. Faktor penyebabnya bervariasi, begitu pula dengan jenisnya. Totalnya ada kira-kira 8 jenis psoriasis!</p>



<p>Daripada bingung, Serenitree akan jelaskan lebih lengkap ya agar kita bisa terhindar!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Psoriasis &amp; Faktor Penyebabnya</h1>



<p>Psoriasis sendiri dapat kita kenali dengan gejala bercak merah, kulit kering/bersisik, menebalnya kulit, tekstur kulit tidak merata, serta sensasi gatal pada area yang meradang. Gejala yang termasuk parah contohnya bisa seperti sendi membengkak dan kaku atau kulit kering hingga pecah-pecah/berdarah. Nah, jika Sereni-Trees mengalami beberapa gejala seperti ini, bisa saja kalian mengalami psoriasis!</p>



<p>Intip beberapa faktor penyebab dari kondisi penyakit ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Riwayat Keluarga</strong></li>
</ul>



<p>Psoriasis memiliki komponen genetik yang kuat. Jika ada anggota keluarga yang menderita psoriasis, risiko seseorang untuk mengembangkan kondisi ini akan meningkat.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Stres</strong></li>
</ul>



<p>Stres dapat menjadi pemicu atau memperburuk gejala psoriasis. Hal ini karena reaksi tubuh terhadap stres yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan memicu peradangan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Trauma pada Kulit</strong></li>
</ul>



<p>Cedera pada kulit, seperti goresan, luka bakar, atau gigitan serangga, dapat menjadi pemicu psoriasis.&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh</strong></li>
</ul>



<p>Gangguan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan respon tubuh yang tidak normal terhadap sel-sel kulit. Ketika tidak kita atasi, dapat menjadi faktor psoriasis.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Faktor Eksternal seperti Cuaca Dingin</strong></li>
</ul>



<p>Kulit yang terpapar cuaca dingin atau kering terlalu ekstrim cenderung menjadi lebih kering dan rentan terhadap munculnya psoriasis.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Mengonsumsi Obat-obatan Medis</strong></li>
</ul>



<p>Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat tekanan darah tinggi dan obat antimalaria, telah terkait dengan peningkatan risiko psoriasis atau gejalanya.&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Komplikasi Akibat Penyakit Medis</strong></li>
</ul>



<p>Beberapa penyakit medis, seperti penyakit autoimun, hipertensi, atau diabetes tipe 2, dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan psoriasis atau memperburuk gejalanya.&nbsp;</p>



<p>Gejala lainnya termasuk infeksi streptokokus atau HIV, <a href="https://www.alodokter.com/obesitas">obesitas</a>, dan kebiasaan buruh seperti minum alkohol dan merokok eksesif. Banyak sekali ya ternyata! Agar kita tidak salah diagnosa, pastikan untuk diskusikan gejala dan kondisi kulit ke profesionalnya ya, Sereni-Trees!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Kenali 8 Jenis Psoriasis</h1>



<p>Selain gejala, beberapa dari jenis psoriasis memerlukan pencegahan dan solusi medis berbeda. Oleh karena itu penting untuk kita berhati-hati dalam diagnosa sejak awal. Kurang lebih ada 8 jenis psoriasis, yuk kenali gejalanya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis Plak</strong></li>
</ul>



<p>Gejalanya termasuk timbulnya ruam merah dan bersisik yang disebut sebagai plak pada bagian tubuh manapun. Plak ini dapat menyebabkan rasa gatal dan ketidaknyamanan pada penderitanya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis pada Kuku</strong></li>
</ul>



<p>Kondisi ini juga bisa menyerang kuku dan menyebabkan perubahan warna kuku menjadi kecoklatan atau keputihan, serta timbulnya cekungan kecil atau bintik-bintik putih pada kuku. Selain itu, pertumbuhan kuku pun dapat terpengaruh, menjadi rapuh atau mengalami kerenggangan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis pada Kulit Kepala</strong></li>
</ul>



<p>Jika timbul di area kulit kepala, biasanya gejala yang muncul berupa sisik tebal dan gatal-gatal di seluruh area kulit kepala. Ruam ini juga dapat menyebar di luar garis rambut, jadi selain tidak nyaman, seringkali membuat penderitanya tidak percaya diri pula!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis Inversa</strong></li>
</ul>



<p>Jenis psoriasis ini terjadi di area tubuh yang memiliki lipatan, seperti ketiak atau lipatan lainnya. Gejalanya berupa ruam merah yang halus dan terasa gatal pada daerah tersebut, tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis Gutata</strong></li>
</ul>



<p>Psoriasis gutata ditandai dengan munculnya bintik-bintik ruam yang menyerupai tetesan air. Biasanya muncul di bagian atas tubuh, lengan, kaki, dan kulit. Ruam ini dapat menjadi menyakitkan dan mempengaruhi penampilan fisik penderitanya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis Pustular</strong></li>
</ul>



<p>Psoriasis pustular ditandai dengan ruam merah yang terasa perih, sebelum akhirnya melepuh dan berisi nanah. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis Eritrodermik</strong></li>
</ul>



<p>Jenis ini menyebabkan munculnya ruam yang mengelupas dan sangat gatal di seluruh tubuh. Ruam ini juga timbul berbarengan dengan sensasi terbakar intens.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Psoriasis Artritis</strong></li>
</ul>



<p>Ini dia jenis psoriasis yang dapat mempengaruhi kulit dan sendi. Seringkali, penderitanya akan mengalami nyeri dan kemerahan pada sendi sehingga dapat mengganggu mobilitas dan kualitas hidup seseorang bila tidak diatasi segera!</p>



<p>Dari gejalanya, sudah pasti penyakit kulit ini sangat mengganggu baik kepercayaan diri, kenyamanan, dan mobilitas kita. Jadi, sebaiknya langsung atasi dan cegah selama kondisi belum terlalu buruk ya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Mencegah dan Mengatasi Kondisi Psoriasis</h1>



<p>Apabila kita merasa sedang mengalami psoriasis atau ingin melakukan pencegahan, langkah pertama utama adalah <strong>cek kondisi kulit ke profesionalnya</strong>. Biasanya selain melakukan wawancara mengenai kondisi, kita juga akan menjalani biopsi kulit (dengan sampel jaringan kulit, di analisis di laboratorium). Nah, barulah dokter bisa konfirmasi dan evaluasi secara medis tentang kondisi/penyakit kulit kita. Apabila kita terjangkit psoriasis, tingkat keparahannya bisa diukur melalui <em>Psoriasis Area and Severity Index</em> (PASI). Serenitree menyarankan agar segera konsultasi pada dokter meskipun gejala masih kecil, sebaiknya atasi sedini mungkin ya!</p>



<p>Beberapa <strong>solusi untuk mengatasi psoriasis</strong> berupa obat/krim topikal (kortikosteroid, salisilat), obat Keratolitik (atasi penumpukkan sel kulit mati berlebih), <em>Phototherapy </em>(menggunakan cahaya UVB, psoralen, dan ultraviolet A), atau obat-obatan sistemik seperti Methotrexate dan Cyclosporine.</p>



<p>Memang sih, terdapat aneka solusi untuk setiap jenis penyakit kulit. Namun, lebih baik mencegah daripada mengatasi! <strong>Kita bisa berusaha menghindar dari psoriasis</strong> dengan cara:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Rutin mandi 2 kali sehari menggunakan <a href="https://serenitree.id/product/hydrating-and-calming-body-wash/">body wash</a> natural <em>gentle</em> Serenitree</li>



<li>Gunakan body lotion Serenitree setelah mandi (ketika kondisi kulit masih lembab)</li>



<li>Rajin berjemur di jam ideal (pagi/sore) lengkap dengan pelindung (tabir surya)</li>



<li>Belajar mengelola stres dengan baik</li>



<li>Perhatikan asupan nutrisi, pastikan seimbang dan sehat</li>



<li>Bangun kebiasaan baik seperti berolahraga, hindari kebiasaan buruk seperti merokok atau minum alkohol</li>



<li>Selalu menggunakan tabir surya (<em>outdoor </em>dan <em>indoor</em>)</li>
</ul>



<p>Apabila kita sudah melakukan hal-hal ini, maka mungkin sekali kita dapat mencegah psoriasis. Intinya adalah mencoba untuk jaga keseimbangan dalam makan, berolahraga, istirahat, serta penggunaan skincare. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan!&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-jenis-dan-ketahui-cara-mencegah-psoriasis/">Kenali 8 Jenis dan Cara Mencegah Psoriasis</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Penyakit Kulit Yang Rentan Muncul Di Musim Hujan!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/5-penyakit-kulit-di-musim-hujan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[biang keringat]]></category>
		<category><![CDATA[jerawat]]></category>
		<category><![CDATA[kurap]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[skincare]]></category>
		<category><![CDATA[tips skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa nih yang daerahnya lagi sering-sering hujan! Musim hujan seperti ini bisa membuat kulit kita rentan terhadap segala jenis penyakit</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/5-penyakit-kulit-di-musim-hujan/">5 Penyakit Kulit Yang Rentan Muncul Di Musim Hujan!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Siapa nih yang daerahnya lagi sering-sering hujan! Musim hujan seperti ini bisa membuat kulit kita rentan terhadap segala jenis penyakit loh. Bagaimana tidak, udara yang lembab dan keadaan basah bisa menjadi surga bagi virus dan jamur! Ditambah lagi dengan minimnya sinar matahari. Oleh karena itu kita harus siap siaga dengan waspada dan menjaga kulit agar tetap sehat selama musim hujan. Yuk kenali 5 penyakit paling umum yang bisa kita cegah!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Kenali Penyakit Umum Kulit Saat Musim Hujan</h1>



<p>Mari kita mulai dengan membahas beberapa tipe penyakit kulit yang umum terjadi. Dengan mengetahui jenis dan penyebabnya, barulah kita dapat menentukan solusi yang tepat!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kutu Air (Tinea Pledis)</strong></li>
</ul>



<p>Gejala dari kutu air bisa berupa ruam merah yang terasa lembab di antara jari-jari kaki. Seringkali juga penyakit kulit ini disertai dengan rasa gatal.&nbsp;</p>



<p>Lucunya, meski namanya “kutu” air, penyebab utama dari penyakit ini adalah berbagai jamur <em>dermatophytes</em> yang sering muncul saat musim hujan (udara lembab). Jamur ini bisa muncul karena berbagai hal seperti: terlalu lama menggunakan alas kaki tertutup, kaki berkeringat, kurangnya kebersihan, serta mengunjungi tempat umum tanpa alas kaki.</p>



<p>Perlu kita ingat bahwa kutu air dapat menular, jadi sebaiknya tidak saling bertukar alas kaki atau alat mandi ya!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Jerawat</strong></li>
</ul>



<p>Meskipun jerawat dapat muncul kapan saja sepanjang tahun, musim hujan sering kali memperburuk kondisi ini. Faktor kombinasinya antara kelembaban udara dan peningkatan produksi minyak oleh kulit.&nbsp;</p>



<p>Mengapa produksi minyak pada kulit meningkat? Ini bisa terjadi karena suhu dingin sehingga secara alami kulit kita memproduksi lebih banyak minyak guna melembabkan kulit. Selain itu, mandi air panas pun bisa membuat kulit kita rentan rusak dan memperparah kondisi jerawat.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.alodokter.com/kurap"><strong>Kurap</strong></a></li>
</ul>



<p>Kurap juga salah satu biang kerok pada musim hujan yang terjadi akibat infeksi jamur. Gejalanya bisa berupa ruam merah melingkar pada area seperti kaki, tangan, wajah, hingga selangkangan. Tidak hanya kulit, kuku pun bisa terkena kurap!&nbsp;</p>



<p>Penyebabnya karena suhu udara meningkat serta keringat berlebih. Kurap juga dapat berkembang biak dan menular, jadi pastikan untuk mengatasi segera ya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Biang Keringat</strong></li>
</ul>



<p>Mirip seperti jerawat, biang keringat memiliki gejala ruam merah dan kecil. Tetapi seringkali penyakit ini menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman! Umumnya, kita mendengar biang keringat sangat sering terjadi pada bayi atau anak-anak. Tetapi, musim hujan menyebabkan keringat tidak bisa menguap dengan cepat sehingga orang dewasa sekalipun rentan terkena penyakit kulit ini.</p>



<p>Jenis biang keringat pun beragam, dari Miliaria Kristalina hingga Miliaria Rubra. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan gejala biang keringat dengan profesionalnya agar mendapat solusi terbaik.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Alergi Kulit</strong></li>
</ul>



<p>Saat musim hujan, kulit kita akan kurang terpapar dengan matahari. Ini bisa menjadi hal baik sekaligus hal buruk. Sinar UV baik untuk memberikan vitamin D pada tubuh sehingga dapat melindungi diri dari berbagai penyakit. Inilah salah satu alasan mengapa alergi kulit seperti dermatitis kontak dapat semakin buruk saat hujan.</p>



<p>Sebagai tambahan, ada juga beberapa orang yang memiliki alergi terhadap alergen tertentu pada air hujan atau disebut dengan <em>Urticaria</em>. Gejalanya hampir mirip, yakni ruam dan gatal setelah terkena atau menyentuh air hujan (bisa juga dari sumber air, salju, dan sebagainya).</p>



<p>Ternyata meski terasa sejuk, musim hujan bisa membawa berbagai macam penyakit kulit bila kita kurang berhati-hati! Setelah mengetahui jenis penyakitnya jangan lupa untuk menghindari potensi penyebabnya ya, Sereni-Trees.</p>



<h1 class="wp-block-heading">5 Solusi Rekomendasi Serenitree</h1>



<p>Tenang saja, pasti selalu ada solusi untuk setiap masalah kulit, terutama jika kita menangani sedini mungkin. Paling utama adalah <strong>kebiasaan untuk menjaga kebersihan</strong> <strong>diri</strong>. Bila area lingkungan kita selalu bersih dan kering, maka jamur serta virus pun tidak akan merajalela. Begitu pula dengan kebersihan tubuh, terutama jika kita terkena air hujan segeralah keringkan serta rutin mandi agar tidak terjadi kurap atau biang keringat.&nbsp;</p>



<p>Selanjutnya kita harus memperhatikan alas kaki. Sereni-Trees yang sehari-hari menggunakan alas kaki tertutup terlalu lama dapat menyebabkan keringat berlebih pada kaki. Kondisi seperti inilah yang ideal bagi pertumbuhan kutu air dan infeksi lainnya! Sebab itu, jika memang harus menggunakan alas kaki tertutup, <strong>pilih alas kaki yang memiliki </strong><strong><em>airflow</em></strong><strong> baik</strong>. Begitu juga dengan kaus kaki! Kita sarankan untuk <strong>pilih kaos kaki berbahan katun</strong> sebab dapat menyerap keringat dan kelembaban kaki dengan baik. Pastikan pula agar kaus kaki dalam keadaan kering saat kita gunakan!</p>



<p>Kita lanjut dengan kebiasaan menggaruk kulit. Udara dingin saat hujan tentu dapat membuat kulit kering dan gatal. Nah, ini bisa jadi masalah, apalagi jika kita sedang mengalami penyakit kulit seperti biang keringat. Pada kondisi ini justru menggaruk kulit dapat memperburuk sekaligus menyebarkan infeksi pada area lainnya! Hal yang sama pun berlaku untuk proses eksfoliasi. Tidak hanya menyebarkan infeksi, eksfoliasi berlebih juga dapat menyebabkan kulit rentan dan iritasi! Jadi, <strong>jangan menggaruk kulit atau eksfoliasi secara berlebih ya</strong>!</p>



<p>Terakhir dan sama pentingnya, Sereni-Trees tetap wajib <strong>menggunakan obat sebagai solusi paling aman dan cepat</strong>. Walaupun terdapat berbagai alternatif herbal, namun sebaiknya tetap konsultasi dan gunakan obat yang sesuai. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat penyakit kulit dari Serenitree:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Untuk kondisi jerawat, gunakan skincare dengan kandungan: Salicylic acid, Azelaic acid, AHA, BHA, Tea tree oil, Benzoyl peroxide, dan Ekstrak lidah buaya.</li>



<li>Untuk penyakit kutu air, kita bisa pilih krim atau obat seperti: Clotrimazole, Miconazole, Ketoconazole, dan lainnya. (Catatan: masing-masing krim dapat membasmi tipe infeksi jamur berbeda).</li>



<li>Contoh obat kurap ampuh termasuk: Kalpanax, Fungiderm, Daktarin, Canesten, dan sejenisnya.</li>



<li>Kita bisa basmi biang keringat dengan: Caladine (lotion/bedak), Herocyn, Diprosalic, dan lainnya.</li>



<li>Beberapa kandungan natural untuk merawat kulit selama musim hujan: <strong>Coconut oil</strong> (anti mikroba, anti-inflamasi, pelembab), <strong>Sweet almond oil</strong> (meredakan iritasi dan peradangan), dan <strong>Kunyit putih</strong> (mengurangi kemerahan dan mengatasi infeksi jamur). Temukan kandungan natural ini pada <a href="https://serenitree.id/shop">body care Serenitree</a>.</li>
</ul>



<p>Jadi, itu dia beberapa solusi yang bisa kalian coba untuk mengatasi 5 penyakit kulit umum di musim hujan! Sekali lagi, bila gejala makin parah atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter ya. Jangan lupa juga untuk selalu jaga kesehatan dan kelembaban kulit selama musim hujan dengan sabun, lotion, dan hand cream Serenitree!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/5-penyakit-kulit-di-musim-hujan/">5 Penyakit Kulit Yang Rentan Muncul Di Musim Hujan!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan Tiba, Ini 6 Penyakit Kulit Yang Rentan Terjadi!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/6-penyakit-kulit-di-musim-hujan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[biang keringat]]></category>
		<category><![CDATA[jerawat]]></category>
		<category><![CDATA[kurap]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<category><![CDATA[panu]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi Sereni-Trees! Sekarang sudah mulai musim hujan nih, berarti curah hujan meningkat secara signifikan beserta dengan kelembaban tinggi dan perubahan</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/6-penyakit-kulit-di-musim-hujan/">Musim Hujan Tiba, Ini 6 Penyakit Kulit Yang Rentan Terjadi!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hi Sereni-Trees! Sekarang sudah mulai musim hujan nih, berarti curah hujan meningkat secara signifikan beserta dengan kelembaban tinggi dan perubahan suhu. Tentu cuaca seperti ini meski terasa “adem” dapat berdampak pada kesehatan kita loh! Salah satu yang umum adalah penyakit flu. Tetapi jangan salah, penyakit musim hujan lainnya juga ada hubungan dengan kesehatan kulit. Kira-kira apa saja ya penyakit kulit paling umum di musim seperti ini?</p>



<p>Yuk simak penjelasannya sampai akhir!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Mengapa Musim Hujan Rentan Penyakit Kulit?</h1>



<p>Pada musim hujan, <strong>kelembaban udara cenderung meningkat</strong>. Kondisi ini mempengaruhi kulit manusia karena kelembaban dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur pada permukaan kulit. Selain itu, kelembaban tinggi membuat lingkungan menjadi lebih lembab.</p>



<p>Kondisi ini juga menyebabkan kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi. Peningkatan kadar air di udara dapat membuatnya sulit untuk menyerap kelembaban yang berlebihan tersebut. Akibatnya = iritasi dan masalah kulit lainnya.</p>



<p>Sebagai tambahan, pada musim hujan, kita cenderung sering berada di lingkungan yang lebih basah, terutama jika <strong>terpapar langsung oleh air hujan atau kelembaban dari udara</strong>. Paparan berkepanjangan terhadap air, terutama jika air tersebut terkontaminasi oleh kotoran atau bakteri, dapat meningkatkan risiko penyakit kulit loh!&nbsp;</p>



<p>Faktor lain yang juga berperan adalah <strong>perubahan suhu</strong> pada musim hujan. Perubahan suhu yang cepat dari panas ke dingin atau sebaliknya dapat mempengaruhi keseimbangan kulit. Hal ini bisa menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif atau rentan terhadap iritasi dan penyakit kulit lainnya.&nbsp;</p>



<h1 class="wp-block-heading">6 Penyakit Kulit Saat Musim Hujan</h1>



<p>Sebetulnya masih ada banyak, namun ada 6 jenis penyakit kulit yang sering muncul pada saat musim hujan. Gejala dan penyebabnya pun berbeda jadi pastikan agar kalian mengenal betul dari gejala-gejalanya ya!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kurap</strong>: Penyakit ini muncul akibat jamur yang tumbuh di permukaan kulit. Kelembaban tinggi pada musim hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur.</li>
</ul>



<p>Gejala penyakit kurap antara lain: Timbulnya bercak merah atau kulit yang bersisik, gatal intensitas tinggi di area yang terinfeksi, serta bintik-bintik yang nyeri atau terasa panas.</p>



<p>Saat terkena pastikan untuk tidak menggaruk area gatal dan segera konsultasi ke dokter. Umumnya kita perlu salep anti jamur sebagai penanganan. Untuk pencegahan, cukup mandi secara teratur dan hindari saling tukar alat kebersihan dengan orang lain.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Biang Keringat</strong>: Siapa bilang biang keringat hanya muncul saat panas? Penyakit ini muncul ketika kelenjar keringat tersumbat. Kelembaban tinggi yang menghambat keluarnya keringat dari kulit!</li>
</ul>



<p>Gejalanya antara lain: Timbulnya ruam merah dan kecil menyerupai jerawat disertai dengan sensasi gatal menyengat atau terbakar pada area tersebut.</p>



<p>Kita dapat mengatasi penyakit ini dengan salep/obat dengan zinc oxide. Sebagai pencegahan, pastikan agar ruangan memiliki ventilasi baik serta jaga kebersihan dan kelembaban kulit dengan lotion.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kutu Air</strong>: Penyakit kutu air muncul karena reaksi alergi terhadap gigitan kutu air pada kulit yang lembab, terutama di area kaki.</li>
</ul>



<p>Gejalanya berupa: Munculnya gelembung berisi cairan pada kulit dan rasa gatal yang intens.</p>



<p>Cara penanganannya adalah dengan mengoleskan Miconazole atau Clotrimazole. Agar lebih aman, jangan lupa konsultasikan gejala-mu dulu ya! Pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan kaki dan hindari penggunaan alas kaki tertutup terlalu lama!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Panu</strong>: <a href="https://www.alodokter.com/panu">Panu</a> adalah sejenis pertumbuhan jamur pada kulit akibat tingkat kelembaban tinggi.</li>
</ul>



<p>Gejala dari panu berupa: Munculnya bercak putih atau kekuningan pada kulit. Tidak jarang juga muncul perasaan gatal dan kemerahan sekitar area terinfeksi.</p>



<p>Beberapa pilihan obat panu yang bisa kita coba adalah Selenium sulfida, Itraconazole atau Ketoconazole. Untuk pencegahan, kita perlu menghindari pakaian terlalu ketat dan keringkan kulit dengan baik terutama sehabis beraktivitas atau mandi.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Jerawat</strong>: Kulit rentan berjerawat ketika musim hujan sebab peningkatan kelembaban udara dapat menyebabkan peningkatan produksi minyak pada kulit. Ini menyebabkan pori-pori rentan tersumbat.</li>
</ul>



<p>Bentuk jerawat beragam, namun satu gejalanya adalah muncul benjolan merah pada kulit.</p>



<p>Cegah dan atasi dengan menggunakan produk non-komedogenik atau khusus kulit berjerawat. Kebersihan juga tetap harus kita jaga ya!</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Alergi Dingin</strong>: Beberapa orang mempunyai alergi terhadap cuaca dingin, apalagi jika perubahan suhu terjadi secara drastis.</li>
</ul>



<p>Gejala alergi ini menyerupai: Kulit kemerahan dan ruam pada area yang terpapar udara dingin serta gatal ringan/parah (Intensitas tergantung kondisi kulit masing-masing).</p>



<p>Sebagai penanganan, penderita alergi dapat mengkonsumsi jenis obat antihistamin seperti cetirizine, loratadine, atau desloratadine. Pastikan untuk konsultasikan ke dokter, terutama jika gejala memburuk! Kita juga dapat menghindari alergi ini dengan menghindari paparan suhu dingin.&nbsp;</p>



<p>Itu dia beberapa penyakit kulit di musim hujan yang paling umum! Apakah ada gejala yang sering kalian alami? Berbeda dengan bentuk pencegahan, untuk upaya pengobatan, usahakan untuk selalu mengandalkan tenaga medis dan profesional ya. Jangan sampai gejala semakin parah dan beresiko fatal bagi kesehatan kita!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Perawatan Kulit Saat Musim Hujan</h1>



<p>Perubahan suhu dan kelembaban pada musim hujan tentu membuat kita harus mengubah sedikit rutinitas skincare kita! Ini bertujuan agar kulit tetap sehat, hidrasi dan <em>glowing</em>.</p>



<p>Pertama, kulit harus tetap terhidrasi. Cuaca dingin dapat membuat kulit kita kering sehingga kita dapat menjaganya dengan tetap menggunakan lotion sehabis mandi (Produk rekomendasi: <a href="https://serenitree.id/product/moisturizing-and-brightening-body-lotion/">Body Lotion Serenitree</a>), perbanyak minum air, dan konsumsi suplemen jika perlu (Khususnya bagi yang berkulit sangat kering). Ini pun harus kita imbangi dengan konsumsi sayur dan buah agar meningkatkan antioksidan di tubuh, sehingga melindungi kulit dari radikal bebas.</p>



<p>Tidak lupa juga dengan kebiasaan eksfoliasi harus tetap jalan untuk menghilangkan kotoran pada pori-pori tersumbat. Pori-pori tersumbat efeknya akan menjadi penyakit kulit jika tidak kita bersihkan loh!</p>



<p>Tips terakhir adalah untuk meminimalisir penggunaan make up. Boleh saja sih menggunakan riasan wajah, tetapi usahakan tidak terlalu tebal. Ini untuk mencegah terjadinya penumpukan pada pori-pori kulit wajah.&nbsp;</p>



<p>Cukup mudah bukan? Intinya adalah untuk menjaga kebersihan (Menghindari tumbuhnya bakteri &amp; infeksi), hidrasi (Dalam dan luar tubuh), serta meningkatkan imunitas agar tidak rentan terkena penyakit. <em>Let’s stay healthy together</em>, Sereni-Trees!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/6-penyakit-kulit-di-musim-hujan/">Musim Hujan Tiba, Ini 6 Penyakit Kulit Yang Rentan Terjadi!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
