<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bahan kimia Archives - Serenitree Indonesia</title>
	<atom:link href="https://serenitree.id/id/tag/bahan-kimia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://serenitree.id/id/tag/bahan-kimia/</link>
	<description>Natural Skincare Lab &#124; Start Your SKINvestment with Serenitree</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jan 2024 11:22:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://serenitree.id/wp-content/uploads/2022/09/cropped-logo-serenitree.id_-32x32.png</url>
	<title>bahan kimia Archives - Serenitree Indonesia</title>
	<link>https://serenitree.id/id/tag/bahan-kimia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kulit Kering dan Gatal Sehabis Mandi? Ketahui Penyebabnya!</title>
		<link>https://serenitree.id/id/kulit-kering-dan-gatal-sehabis-mandi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kimia]]></category>
		<category><![CDATA[kulit gatal]]></category>
		<category><![CDATA[kulit kering]]></category>
		<category><![CDATA[sabun]]></category>
		<category><![CDATA[skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150012238</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita perlu mandi setiap harinya untuk membersihkan kulit dari debu, keringat, dan kotoran lainnya. Setelah mandi, tentu yang kita rasakan</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kulit-kering-dan-gatal-sehabis-mandi/">Kulit Kering dan Gatal Sehabis Mandi? Ketahui Penyebabnya!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kita perlu mandi setiap harinya untuk membersihkan kulit dari debu, keringat, dan kotoran lainnya. Setelah mandi, tentu yang kita rasakan adalah segar dan <em>fresh</em>! Tetapi pernahkan Sereni-Trees merasakan kulit menjadi kencang, kering, dan malah gatal? Mengapa bisa efeknya berbanding terbalik dari yang seharusnya? Nah, pada hari ini kita akan membahas apa yang bisa menyebabkan kulit kering dan gatal sehabis mandi, mulai dari kandungan sabun serta kondisi lain yang mempengaruhinya! <em>Stay tuned</em>!</p>



<h1 class="wp-block-heading">3 Faktor Penyebab Kulit Kering Setelah Mandi</h1>



<p>Sebaiknya kita telusuri dulu penyebab utamanya sebelum mengambil kesimpulan. Sederhananya, ada 3 kemungkinan yang mungkin menyebabkan kulit kita menjadi gatal dan kering. Pertama adalah <strong>tingkat sensitivitas kulit</strong> kita. Beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap bahan tertentu dalam kandungan di sabun. Biasanya, bahan-bahan seperti pewangi, pewarna, atau zat tambahan lainnya bisa memicu reaksi alergi pada kulit. Gejala reaksi yang mungkin kita rasakan termasuk gatal, kemerahan, dan kulit kering. Agar terhindar dari ini, pastikan untuk pilih sabun dengan bahan <em>gentle</em> dan yang cocok dengan jenis kulit kita!</p>



<p>Kedua, penyebab lainnya bisa dari <strong>kandungan kimia dari sabun mandi</strong>. Tidak hanya orang berkulit sensitif, paparan bahan kimia terlalu lama dapat menyebabkan <strong>gangguan pada keseimbangan pH kulit dan menghilangkan minyak alami pada kulit</strong>. Sebagai hasil, kulit menjadi mudah kering dan gatal. Hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah adalah melihat daftar kandungan, hindari bahan seperti paraben atau SLS.</p>



<p>Lalu terakhir, justru tidak ada hubungannya dengan sabun sama sekali! Jika kita <strong>terlalu sering mandi atau mandi terlalu lama dengan air panas</strong>, efek yang sama akan terjadi. Kulit dapat mengalami kemerahan dan iritasi, terasa kasar serta tidak nyaman. Mengapa? Kulit akan kehilangan kelembaban dan minyak alami kulit pun hilang.&nbsp;</p>



<p>Jadi, tidak hanya karena sabun yang kita gunakan ya. Frekuensi mandi dan faktor lain pun berpengaruh. Solusinya, kita harus mengenali kondisi kulit, memilih sabun yang tepat, serta pastikan suhu air tidak terlalu panas. Mudah sekali bukan?</p>



<h1 class="wp-block-heading">Kandungan Kimia Yang Harus Kita Hindari</h1>



<p>Perawatan kulit melalui penggunaan sabun sehari-hari merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Namun, tidak semua sabun memiliki formulasi yang ramah bagi kulit. Beberapa kandungan kimia dalam sabun dapat mengakibatkan dampak negatif, seperti iritasi, kering, dan bahkan alergi pada kulit. Untuk mencegah hal itu, yuk kita hindari kandungan kimia seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Paraben</strong>: Kegunaan paraben adalah sebagai pengawet dalam sabun untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Namun, paraben telah dikaitkan dengan <strong>gangguan hormonal dan potensi efek negatif terhadap kesehatan seperti iritasi kulit, bengkak, nyeri, rasa terbakar, bahkan resiko kanker</strong>.</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Sulfat</strong>: Kandungan sulfat seperti sodium lauryl sulfate (SLS) atau sodium laureth sulfate (SLES) berfungsi sebagai bahan pembersih dan pembentuk busa pada sabun. Tetapi efek dari bahan ini bisa <strong>menghilangkan minyak alami kulit secara berlebihan, menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, dan bahkan memicu reaksi alergi pada kulit sensitif</strong>.</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pewangi Buatan</strong>: Pewangi buatan seperti parfum atau fragrance bermanfaat untuk memberikan aroma wangi pada sabun. Wangi sih, tapi, bahan-bahan ini sering kali merupakan campuran bahan kimia (phthalates) yang dapat <strong>memicu iritasi pada kulit, bahkan menyebabkan masalah pernapasan bagi beberapa individu yang sensitif terhadap bau-bauan tersebut</strong>.</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.alodokter.com/triclosan"><strong>Triklosan</strong></a>: Bahan ini bersifat sebagai antibakteri dan antijamur sehingga sabun tidak mudah rusak. Tetapi kelemahannya, paparan terhadap triklosan dapat <strong>mengakibatkan gangguan hormon dan konsentrasi hormon tiroid</strong>. Tidak jarang juga <strong>menyebabkan kasus gangguan mata dan paru-paru</strong> loh!</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Alkohol</strong>: Tidak semua kandungan alkohol dapat berefek negatif pada kulit. Hanya saja Sereni-Trees harus pada dengan alkohol seperti methanol, isopropyl, propanol, dan benzyl. Bahan-bahan tersebut bisa <strong>menyebabkan perlindungan kulit menurun yang berakibat pada peradangan, kekeringan, iritasi, serta timbulnya jerawat</strong>.</li>
</ul>



<p>Menyeramkan sekali ya efek sampingnya? Oleh karena itu sebagai pilihan alternatif, kita bisa memilih sabun berbahan <em>gentle</em> seperti body wash Serenitree dengan kandungan natural vegetable glycerin. Selain aman, kandungan ini dapat melembabkan dan mencegah kulit menjadi kering ataupun gatal!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lakukan Ini Agar Kulit Tetap Lembab &amp; Sehat</h1>



<p>Setelah memastikan bahwa sabun bebas dari bahan kimia, saatnya kita lakukan hal tambahan agar kelembaban kulit tetap terjaga! <strong>Penggunaan lotion pada kulit basah (setelah mandi) dengan gerakan memijat dapat membantu agar kulit tetap lembab</strong>. Ingat, proses mandi dapat menyebabkan kulit kita sedikit banyak kehilangan minyak alami. Apalagi paparan udara setelah mandi akan air pada permukaan kulit akan mulai menguap. Jadi, pastikan untuk menggunakan lotion sehari 2 kali sehabis mandi ya!</p>



<p>Kita juga harus cermat dalam memilih lotion. Pilih kandungan natural melembabkan, contohnya: <strong>Sweet Almond Oil, Shea Butter, Olive Oil, Sunflower Oil, dan Tocopherol/Natural Vitamin E</strong>. Selain melembabkan, tentunya kulit dapat ternutrisi dan terlindungi secara aman. Sama seperti body wash, lotion kita juga bebas dari bahan kimia berbahaya dong! Penasaran? Cobain dulu saja <a href="https://serenitree.id/product/moisturizing-and-brightening-body-lotion-100-ml/">lotion travel size</a> dari Serenitree!</p>



<p>Tips lainnya agar kulit tetap lembab dan sehat adalah dengan cara <strong>menghidrasi dari dalam tubuh yaitu minum secukupnya</strong>. Terlebih lagi jika kita berada di area dingin/panas dan terkena paparan AC atau polusi secara ekstrim. Kulit akan semakin cepat kering. Usahakan minum minimal 8 gelas perhari.</p>



<p>Selain itu, kita dapat <strong>investasi dengan membeli </strong><strong><em>humidifier</em></strong>. Alat ini tidak kalah pentingnya dalam perawatan kulit. Dengan alat ini, ruangan dapat tetap lembab dan mencegah kekeringan pada kulit. Sebagai tambahan bagi kita yang sering alergi debu, alat ini bisa bantu cegah munculnya alergi loh. Sangat multifungsi deh!</p>



<p>Kesimpulannya, proses mandi memang rutinitas penting bagi perawatan kulit agar tetap bersih. Tetapi kita juga harus berhati-hati sebab salah pemilihan sabun saja bisa berefek negatif pada kulit kita. Apalagi dengan maraknya polusi dan faktor eksternal lainnya, semakin mudah menyebabkan kulit kita iritasi. Usahakan untuk menghindari dengan melakukan <em>aftercare</em> dengan lotion, sebab kulit tetap butuh perawatan di luar proses mandi. Mau kan kulit sehat, lembab, dan <em>glowing</em>? Yuk jangan malas dan lakukan skincare dengan tepat, Sereni-Trees!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kulit-kering-dan-gatal-sehabis-mandi/">Kulit Kering dan Gatal Sehabis Mandi? Ketahui Penyebabnya!</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali dan Hindari Bahan Skincare Berbahaya</title>
		<link>https://serenitree.id/id/kenali-dan-hindari-bahan-skincare-berbahaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Serenitree Team]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 04:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kimia]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kimia berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[bahan natural]]></category>
		<category><![CDATA[skincare aman]]></category>
		<category><![CDATA[skincare natural]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://serenitree.id/?p=150010461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Skincare adalah perawatan kulit yang wajib kita gunakan setiap harinya. Dari rangkaian cleanser, lotion, toner dan lainnya. Satu produk saja</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-dan-hindari-bahan-skincare-berbahaya/">Kenali dan Hindari Bahan Skincare Berbahaya</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Skincare adalah perawatan kulit yang wajib kita gunakan setiap harinya. Dari rangkaian cleanser, lotion, toner dan lainnya. Satu produk saja bisa mengandung ratusan bahan! Gunanya selain untuk memperindah kulit juga untuk menjaga kesehatan. Tetapi sayangnya tidak semua produk skincare yang beredar saat ini aman untuk kita gunakan. Kelalaian dari pihak pengguna akhirnya malah berujung pada malapetaka. Jika sudah tersebar biasanya solusinya ada lembaga yang bertanggung jawab untuk menarik kembali produk skincare. Contohnya kasus-kasus dimana skincare belum ber-BPOM atau yang tidak memenuhi standard BPOM.</p>



<p>Meski sudah ada lembaga pelindung konsumen, tetap saja sebaiknya kita sebagai pengguna skincare bijaksana dan teliti sebelum membeli! Daripada menyesal nantinya, mending kita pelajari dahulu bahan yang harus kita hindari.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jangan Dianggap Remeh Bahaya Kimia Sintetis</strong></h2>



<p>Semakin canggih teknologi dan sistem riset dunia, semakin banyak penemuan serta inovasi skincare. Bahan yang kita kira aman, ternyata bisa men-trigger suatu efek. Sederhananya, setiap kulit berbeda-beda sesuai dengan jenis kulit dan level imunitas seseorang. Bisa saja bahan kimia sintetis pada skincare A cocok bagi kalian namun tidak bagi yang lain.&nbsp;</p>



<p>Umumnya orang yang berkulit sensitif lebih rentan akan hal ini. Hanya saja sensitivitas orang kan berbeda-beda.&nbsp;</p>



<p>Nah, ada juga skincare berbahan kimia yang betul-betul negatif. Bahan-bahan inilah yang wajib kita hindari karena efeknya bisa berjangka panjang. Resikonya bisa berupa gangguan hormon, reproduksi, cikal bakal kanker, dan lain sebagainya. Semakin lama terpapar dan terakumulasi, semakin bahaya pula resikonya. Bukan hanya untuk kesehatan kita, tetapi kesehatan bumi pun bisa terancam dengan bahan kimia berbahaya. Menyeramkan sekali bukan?</p>



<p>Maka itu, kita mesti selalu memperhatikan bahan setiap produk yang akan kita gunakan. <em>Be a wise customer</em>!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Coret Bahan Kimia Ini Dari Daftar Skincare-mu</strong></h2>



<p>Kalian bisa melakukan pengecekan bahan skincare melalui label pada botol atau melihat apabila suatu produk sudah lulus BPOM di website yang tersedia.&nbsp;</p>



<p>Pastikan agar kalian menghindari beberapa list bahan kimia dibawah ini ya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Formaldehyde</li>
</ul>



<p><strong>Biasa ditemukan pada produk</strong>: Pelurus rambut, cat kuku, lem bulu mata, dan berbagai kosmetik lainnya.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi sebagai karsinogen (zat atau senyawa yang dapat menyebabkan kanker).</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Phthalates</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Parfum, lem bulu mata, cat kuku, dan lainnya.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi sebagai pengganggu endokrin yang cukup signifikan. Contoh kasusnya seperti resiko pubertas dini pada anak-anak dan mengurangi jumlah sperma pada pria.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Siloxanes/Siloksan</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Foundation, moisturizer, dan beberapa produk rambut lainnya.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi sebagai pengganggu endokrin dan berbahaya bagi lingkungan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Polyethylene glycol (PEGs)</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk perawatan kulit dan rambut sebagai bahan pengental, pelembut, atau pelarut.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi mengiritasi kulit dan menimbulkan masalah pernapasan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Triclosan</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Pembersih tangan dan sabun antibakteri.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berdampak pada hormon tiroid dan reproduksi.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Oxybenzone</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk tabir surya, lotion, lip balm, cleanser, dan produk bayi.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi mengganggu sistem endokrin dan alergi kulit.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Octinoxate</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk tabir surya, lotion, lip balm, dan produk lainnya.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi mengganggu hormon.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Toluene</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Cat kuku dan produk pewarna rambut.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi menyebabkan toksisitas otak, racun bagi sistem kekebalan tubuh dan berbahaya untuk kehamilan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>PFAs and PFCs</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Tabir surya, produk rabut dan krim <em>shaving </em>(Sebagai bahan kimia berflourinasi).</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi sebagai cikal bakal kanker, penyebab penyakit tiroid dan mengurangi efektivitas vaksin.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Paraben</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Pembersih kulit dan produk kosmetik lainnya.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi mengganggu hormon, penyebab kanker dan reaksi alergi pada kulit.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Sodium lauryl sulphate (SLS)</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Sabun, shampoo, pasta gigi dan skincare lainnya.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Mengandung detergen anionik yang dapat mengiritasi kulit dan mata serta menimbulkan reaksi kulit seperti dermatitis dan peradangan kulit.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Imidazolidinyl urea</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk kosmetik berbahan dasar air (berfungsi sebagai pengawet/aditif)</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Dapat melepaskan formaldehida sehingga dapat berpotensial beracun pada manusia.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Triethanolamine (TEA)</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk kosmetik dan skincare (Berupa pengatur level pH, Contoh: Zat surfaktan, buffering, dan masker).</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi membentuk nitrosamin yang bersifat karsinogenik dan beracun bagi manusia.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Chemical Suncreen</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk tabir surya yang mengandung bahan benzophenone-3, ethylhexyl methoxycinnamate (EHMC) dan butyl methoxydibenzoylmethane. Ketiga bahan ini bertujuan untuk melindungi pengguna dari efek buruk radiasi matahari.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi untuk meniru dan mengganggu sistem hormon.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Synthetic colourants</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk kosmetik dan skincare berwarna.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Mengandung timbal dan arsenik sehingga berpotensi menjadi cikal bakal kanker.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Synthetic fragrances</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Sebagai bahan wewangian kimia di produk skincare dan kosmetik.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi menimbulkan sensitivitas kulit berupa ruam, dermatitis hingga efek lain seperti batuk, asma dan migrain.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Polyacrylamides</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Bersifat sebagai bahan penstabil, pelumas dan pembusa di produk kosmetik serta skincare berwarna.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi terurai menjadi akrilamida yang bersifat karsinogenik.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Hydroquinone</li>
</ul>



<p><strong>Biasa terdapat pada produk</strong>: Produk skincare/kosmetik pencerah atau “brightening”.</p>



<p><strong>Resiko</strong>: Berpotensi menimbulkan toksisitas pada sistem organ serta memicu kanker.</p>



<p>Berikut adalah daftar bahan kimia yang harus kita hindari guys! Pastikan untuk selalu teliti sebelum membeli ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Terjamin Aman, Skincare Natural Serenitree</strong></h2>



<p>Daripada kita harus ribet dan khawatir ketika menggunakan produk baru, lebih mudah lagi jika kita beralih pada produk skincare natural.</p>



<p>Produk natural, seperti Serenitree, bersifat aman bagi semua pemakainya loh! Buktinya bahkan anak-anak hingga bumil busui saja bisa menggunakan. Satu tips lagi, agar mengurangi resiko alergi kulit, baiknya kalian gunakan satu brand skincare yang terbukti keamanannya. Perubahan brand produk yang terlalu sering juga bisa berbahaya.</p>



<p>Yuk, mulai dari sekarang lebih peduli terhadap apa yang kita oleskan atau pakaikan pada tubuh.&nbsp;</p>



<p>Pantau terus social media Serenitree untuk update launch produk terbaru dan tips merawat kulit dari kita! <em>Be safe always guys</em>!</p>
<p>The post <a href="https://serenitree.id/id/kenali-dan-hindari-bahan-skincare-berbahaya/">Kenali dan Hindari Bahan Skincare Berbahaya</a> appeared first on <a href="https://serenitree.id/id">Serenitree Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
